Dunia singgah yang kutapaki berawal dari pijakan turun tanah dalam adat ibuku dan melakukan ritual adat upah-upah dalam ada ayahku tercipta kesejukan tertanam dalam hati ini tuk melangkah menjadi apa yang membuat mereka menjadi bahagia, ketika lahir aku dipupuk dengan air sejuk ibuku dan wejangan kalbu oleh ayahku, kini aku harus berpisah dari mereka atas keterbatasan waktu bersama mereka.
Tiga tahun lebih aku jauh dari cahaya dan kehangatan kasih sayang mereka, walau terkadang ketika waktu senggang memberikan aku libur untuk pulang tetap saja kepuasan batin ini jauh dari kedua pohon yang rindang itu.
Ayah, Ibu
haruskah aku jauh
walau aku pergi untuk jengkalan hidup
demi membahagiakan hatimu yang kini jauh
Ayah, Ibu
aku ingin seperti dulu
dipapah dengan kasih sayang
agar senantiasa aku lurus atas jalan
Ayah, Ibu
sambungkan akar itu lagi
agar kita bisa berkebun lagi
menanam hati menuju nanti hari akhir
Waktu telah mendekati bulan penuh berkah dan amanah, anakmu menjadi terniang kala lalu yang tak pernah dianggap berlalu, berbuka puasa bersama, sahur bersama dan mengingatkan aku tuk tidak lupa mengerjakan amalan dibulan baik ini, kau bangunkan aku ketika subuh saat tertidur untuk dapat bekumpul dengan kakak, abang dan adik-adikku untuk menikmati hidangan sederhana penuh berkah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar