Alkisah Sepi
waktu merenung
berjangka relung
tertatap pawaktu
alkisah termangu
menunduk tepian
menyelimuti sunyi
menerka bayangi
setiap penjejakan
batuan menangisi
kerinduan berdua
pasrah menaburi
duriduri bercerita
Padang Tunduk
debu-debu membatas
lagu-lagu menghantar
rasa perasa menutur
menunduk terhempas
kepada angin aku berkaca
kepada bumi aku menata
hendak bacakan luapan rasa
sepikah kurasakan ?
atau aku malu akan semua
atau aku enggan menyapa
dimana cinta kuletakkan
gersangkah ia ?
masihkah aku menyatu
bersama debu-debu dipadang
bersama terik langit aku tercengang
binasakah rasa ?
ini aku bukan siapa
haruskah ada tanya itu cinta
badai padang merontah sepi
badai lapang kobarkan sunyi
mungkin ?
lalu ia berkata
debu itu berbisik pada pasir
Takdir
senja menjamu malam
mengutipi bintang tentu waktu
mengutipi sinar redup kehidupan
masih goyah dan masih meludah
? kotor
? bukan bocor
diam kau
duduk dan sapa hati
? bersih
? bukan ratih
mungkin ia (!)
mungkin ia (?)
: pasti
Seonggak
kisah kayu diujung teluk
kisah batu terjunkan diri
karam diterjang ombak
ditelan laut tak berair kali
Meditasi Hening
sepi lumpuhkan gigil
berlari dibatas senyap
naungi hati menuju sikap
tunduk sayup diatas rapal
sungguh mengetuk
sunyi ikut berdzikir
tasbih alam malam
tunduk dedaunan
berikhtiar berwajah pucat
penuh takut merengut nafas
menyapu debu-debu berkaca
maka hendak bacakanlah
sebuah kerinduan mencari diri
mengikat takdir doa melafaskan
diujung ayat menerangi berkah
pasrahkan kehendak hasbi ya Allah
Pedang penghayatan
sisasisa hidupku sebuah waktu yang mengalir bersama hati dan rasa akan perasaanku, kini kata adalah sayatan paling mulia tuk dapat berimajinasi bersama prisai hidupku bertarung melawan hawa gelap yang coba mendekati jiwa rapuh ini
Gadis gaun biru
aura bersayap gadis gaun biru melantunkan biola bermata dua sayatan pegas jemari melambai tuang kan hati penghayatan nada dibalik latar hitam suara berdetak notnot menarinari membawa hati diantara gelap bias cahaya membiru bagai malaikat cabut roh keangkuhan mawar biru terselip disela rambu sebagai penghias nuansa gaun biola biru resapi latar tangga nada santun latar nada memangil jiwa gadis gaun biru terseyum malu menatap gelap bias cahaya bersayap terlantun bait akhir suara bertahta sorak pun tiba legahkan dada
Makna Pangeran Prisai Kosmik
♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
kosmik diri berpijar hati
dibalik prisai lindungi hati
sosok pangeran padukan hati
agar istana terbangun rapi
♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
♪♫]▓▓║Si Sajak Dungu║▓▓[♫?
♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
♪♫]▓▓║Si Sajak Dungu║▓▓[♫?
Arwah Penasaran
gamang melayang
hidup bukan
tampak mata
sikilas terdetak
iman dunia
tersesat hitam
nyawa melayang
dendam terbawa
usut diusut
tak pantas mati
nyawa melayang
durja dunia
hidup bukan
tampak mata
sikilas terdetak
iman dunia
tersesat hitam
nyawa melayang
dendam terbawa
usut diusut
tak pantas mati
nyawa melayang
durja dunia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar