mari bergabung yuk...lumayan lho

Pedang penghayatan

Pedang penghayatan
sisasisa hidupku sebuah waktu yang mengalir bersama hati dan rasa akan perasaanku, kini kata adalah sayatan paling mulia tuk dapat berimajinasi bersama prisai hidupku bertarung melawan hawa gelap yang coba mendekati jiwa rapuh ini

Gadis gaun biru

Gadis gaun biru
aura bersayap gadis gaun biru melantunkan biola bermata dua sayatan pegas jemari melambai tuang kan hati penghayatan nada dibalik latar hitam suara berdetak notnot menarinari membawa hati diantara gelap bias cahaya membiru bagai malaikat cabut roh keangkuhan mawar biru terselip disela rambu sebagai penghias nuansa gaun biola biru resapi latar tangga nada santun latar nada memangil jiwa gadis gaun biru terseyum malu menatap gelap bias cahaya bersayap terlantun bait akhir suara bertahta sorak pun tiba legahkan dada

Makna Pangeran Prisai Kosmik

♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
kosmik diri berpijar hati
dibalik prisai lindungi hati
sosok pangeran padukan hati
agar istana terbangun rapi

♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
♪♫]▓▓║Si Sajak Dungu║▓▓[♫?

Arwah Penasaran

gamang melayang
hidup bukan
tampak mata
sikilas terdetak

iman dunia
tersesat hitam
nyawa melayang
dendam terbawa

usut diusut
tak pantas mati
nyawa melayang
durja dunia

Kumpulan syair sepi

Alkisah Sepi

waktu merenung
berjangka relung
tertatap pawaktu
alkisah termangu

menunduk tepian
menyelimuti sunyi
menerka bayangi
setiap penjejakan

batuan menangisi
kerinduan berdua
pasrah menaburi
duriduri bercerita 




Padang Tunduk

debu-debu membatas
lagu-lagu menghantar
rasa perasa menutur
menunduk terhempas

kepada angin aku berkaca
kepada bumi aku menata
hendak bacakan luapan rasa

sepikah kurasakan ?
atau aku malu akan semua
atau aku enggan menyapa
dimana cinta kuletakkan

gersangkah ia ?

masihkah aku menyatu
bersama debu-debu dipadang
bersama terik langit aku tercengang

binasakah rasa ?

ini aku bukan siapa
haruskah ada tanya itu cinta
badai padang merontah sepi
badai lapang kobarkan sunyi

mungkin ?
lalu ia berkata

debu itu berbisik pada pasir






Takdir

senja menjamu malam
mengutipi bintang tentu waktu
mengutipi sinar redup kehidupan
masih goyah dan masih meludah

? kotor
? bukan bocor

diam kau
duduk dan sapa hati

? bersih
? bukan ratih

mungkin ia (!)
mungkin ia (?)

: pasti





Seonggak

kisah kayu diujung teluk
kisah batu terjunkan diri
karam diterjang ombak
ditelan laut tak berair kali



Meditasi Hening

sepi lumpuhkan gigil
berlari dibatas senyap
naungi hati menuju sikap
tunduk sayup diatas rapal

sungguh mengetuk
sunyi ikut berdzikir
tasbih alam  malam
tunduk dedaunan

berikhtiar berwajah pucat
penuh takut merengut nafas
menyapu debu-debu berkaca
maka hendak bacakanlah

sebuah kerinduan mencari diri
mengikat takdir doa melafaskan
diujung ayat menerangi berkah
pasrahkan kehendak hasbi ya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar