tersudut diantara sepi
angin berbisik membawa diri
dudukkan hati dibawah pepohonan
sambil menatap diri :inikah kehidupan ?
kala itu matahari masih bersahabat
menenangkan kehangatan kulit
namun gejolak masih merantau entah kemana
seperti kurcaci jauh dari dunia kehidupan nyata
ingin bertanya
namun masih ada tanya
apakah mereka bisa ?
hanya mendengar
lalu bergosip :aku tegar
kalbu nan beratap langit
jauh kebumi retakkan tragedi
mereka hanya burung pipit
tak seperti pingai dipagi hari
mungkin hidup itu apa ?
letakkan saja keluhmu kepada Tuhan
lalu menangislah atas Ketuhananmu
bukan meraka, dia atau siapa !
ini dunia bung !
jangan publikasikan dirimu
sama saja terjun menuju jurang
maka remuklah dirimu
ah....kau
boleh saja itu
asal sesuai norma hatimu
tak memakan duri kalbumu
seketika bingung
ah inilah murung
tak perlu hiraukan burung
biarkan mengadu kembali Tuhan
benar kata nurani renungan
pulang menuju awalan
Pedang penghayatan
sisasisa hidupku sebuah waktu yang mengalir bersama hati dan rasa akan perasaanku, kini kata adalah sayatan paling mulia tuk dapat berimajinasi bersama prisai hidupku bertarung melawan hawa gelap yang coba mendekati jiwa rapuh ini
Gadis gaun biru
aura bersayap gadis gaun biru melantunkan biola bermata dua sayatan pegas jemari melambai tuang kan hati penghayatan nada dibalik latar hitam suara berdetak notnot menarinari membawa hati diantara gelap bias cahaya membiru bagai malaikat cabut roh keangkuhan mawar biru terselip disela rambu sebagai penghias nuansa gaun biola biru resapi latar tangga nada santun latar nada memangil jiwa gadis gaun biru terseyum malu menatap gelap bias cahaya bersayap terlantun bait akhir suara bertahta sorak pun tiba legahkan dada
Makna Pangeran Prisai Kosmik
♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
kosmik diri berpijar hati
dibalik prisai lindungi hati
sosok pangeran padukan hati
agar istana terbangun rapi
♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
♪♫]▓▓║Si Sajak Dungu║▓▓[♫?
♣═══¤۩۞۩ஜஜ۩۞۩¤═══♣
♪♫]▓▓║Si Sajak Dungu║▓▓[♫?
Arwah Penasaran
gamang melayang
hidup bukan
tampak mata
sikilas terdetak
iman dunia
tersesat hitam
nyawa melayang
dendam terbawa
usut diusut
tak pantas mati
nyawa melayang
durja dunia
hidup bukan
tampak mata
sikilas terdetak
iman dunia
tersesat hitam
nyawa melayang
dendam terbawa
usut diusut
tak pantas mati
nyawa melayang
durja dunia
Awal desember
waktu berlahan melangkahi
dibawah langit secerah hari
ketika hati adalah pengingat
demi nuansa kasih melumat
lihat terpaku kumenundukan
ketika dia terdiam membeku
semua suasana terjadi pesan
entah terkatan aku membatu
andai saja aku bisa memberi
nyawa sebagai ganti luka dia
agar pengertian itu ada dihati
dering menjadi terabaikannya
resah sungguh memalu legam
pualam kasih hanya kebisuan
haruskah ini menjadikan diam
melumatlah dalam pengertian
cinta kasih adalah pilar meniti
penghias tonggak gerbang hati
tiada tertatih tetap pada melati
karena wangi kasih terpahami
risau melagu dipengiringan tadi
kini dia meluluhkan hati diri ini
pijar kasih begitu meresapi hari
bagai terbang kesuralaya mimpi
Banda Aceh, 01 Desember 2010
Rusdiansyah Hutagalung
dibawah langit secerah hari
ketika hati adalah pengingat
demi nuansa kasih melumat
lihat terpaku kumenundukan
ketika dia terdiam membeku
semua suasana terjadi pesan
entah terkatan aku membatu
andai saja aku bisa memberi
nyawa sebagai ganti luka dia
agar pengertian itu ada dihati
dering menjadi terabaikannya
resah sungguh memalu legam
pualam kasih hanya kebisuan
haruskah ini menjadikan diam
melumatlah dalam pengertian
cinta kasih adalah pilar meniti
penghias tonggak gerbang hati
tiada tertatih tetap pada melati
karena wangi kasih terpahami
risau melagu dipengiringan tadi
kini dia meluluhkan hati diri ini
pijar kasih begitu meresapi hari
bagai terbang kesuralaya mimpi
Banda Aceh, 01 Desember 2010
Rusdiansyah Hutagalung
Langganan:
Postingan (Atom)

